Informasi Umum

Wisata Alam Goa Rancang

Gua Rancang Kencono terletak satu lokasi dengan Air Terjun Sri Gethuk di Padukuhan Menggoran II, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gua Rancang Kencono, Rancang (merancang), Kencono (emas/ keemasan) yang artinya goa/tempat yang digunakan untuk merencanakan sebuah kegiatan untuk mencapai keemasan/kemerdekaan. Goa tersebut digunakan oleh para Laskar Mataram untuk bersembunyi dari Kerajaan Belanda, dan pernah juga digunakan sebagai tempat pertemuan Pangeran Diponegoro dan Sentot Prawirodirjo guna menyusun strategi penyerangan terhadap Belanda.Di dalam gua ada sebuah ruangan gelap dan pada dinding goa ada lukisan Garuda Pancasila, dan Bendera (Merah Putih) Indonesia. Untuk masuk ke ruang tersebut melalui lorong sangat sempit hanya bisa dimasuki satu badan dan harus merunduk/jongkok.

Keistimewaan Gua tersebut ialah memiliki ruang lapang di tengah-tengah gua dengan luas 20×20 m dan ketinggian 12 m ini tidak begitu gelap karena masih mendapatkan sinar matahari yang cukup. Di pelataran atau halaman Goa tersebut tumbuh pohon rindang besar bernama pohon Tlumpi (terminalia edulis) yang berusia sekitar 200 tahun.Diperkirakan Goa tersebut keberadaannya sudah ada sekitar 300-an tahun yang lalu.

nature, waterfall, discovery-1207955.jpg

Wisata Alam Sri Gethuk

Air terjun Sri Gethuk merupakan salah satu wisata air terjun populer di Bleberan yang bisa menjadi tujuan liburan di akhir pekan yang menyenangkan. Air terjun ini berada sekitar 10 km barat daya dari kota Wonosari. Tepatnya berlokasi di Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Dari kota Jogja sekitar 41 km dan bisa ditempuh sekitar 1,5 jam sampai 2 jam perjalanan. Jika ingin menikmati keindahan Air Terjun Sri Gethuk, pengunjung harus melalui sejumlah rute untuk menuju ke sana. Keberadaannya terletak di kawasan Gunung Kidul, tepatnya di kecamatan Playen. Destinasi wisata ini terletak tepatnya di desa Bleberan. Untuk mencapainya, pengunjung harus berkendara menuju Wonosari dari pusat kota Yogyakarta.

Pengunjung tiba di lokasi kurang lebih 30 kilometer dari pusat kota Jogja yang ramai. Waktu tempuh yang harus ditempuh wisatawan sekitar 1,5 jam. Namun sesampainya di sana, semua usaha dan tenaga yang Anda keluarkan akan terbayar dengan keindahan alamnya.

Sumber gambar: Twitter Traveloka Indonesia

Adanya tebing yang tinggi di sekitarnya membuat pemandangan alam disini terlihat alami dan menawan. Tak heran jika banyak wisatawan mancanegara yang jauh-jauh datang kesini untuk melihat langsung keindahannya. Tebing-tebing yang menjulang tinggi di tepi sungai memang menjadi salah satu ikon Air Terjun Sri Gethuk tersendiri. Pasalnya, di sekitar sungai jarang terdapat tebing tinggi, apalagi saat ada air terjun. Dengan adanya tebing-tebing tersebut juga menjadi arena bermain tersendiri bagi yang suka memacu adrenalin.

Tak jarang ada pengunjung yang tampak memanjat tebing dan akhirnya melompat ke sungai. Meskipun kadang-kadang ini bisa sangat berbahaya, perasaan itulah yang Anda cari. Untuk itu pengelola juga sudah menentukan titik mana yang diperbolehkan sebagai tempat untuk terjun ke air ini. Beberapa vegetasi juga tampak menghiasi dinding alami di sekitar lokasi. Berbagai tanaman ditemukan di sisi tebing yang berbeda, mulai dari semak hingga pohon yang kuat. Hal inilah yang melindungi tempat ini dari longsor meski bisa turun hujan sangat deras.

Untuk menuju Air Terjun Sri Gethuk, pengunjung harus melewati medan yang sangat indah dengan banyak pepohonan yang rindang. Hal inilah yang membuat tempat wisata ini begitu menarik untuk dikunjungi. Sebelum sampai di lokasi, pengunjung bisa mengapresiasi pesona tempat tersebut. Banyak tumbuh-tumbuhan alami yang hidup begitu subur di sekitar tempat itu. Beberapa jenis pohon yang menjulang tinggi menambah kesejukan kawasan wisata tersebut. Ada juga rumput yang muncul dari tanah di sekitar jalan setapak. Jejak alam menjadi sajian pertama saat mengunjungi destinasi wisata ini.

Kecantikan alaminya yang menawan tak pernah gagal membuat orang terpukau dengan penampilannya. Kondisi alam yang rindang akan selalu berhasil membuat pengalaman hidup semakin nyaman.Itu sebabnya suasana di sana cukup sejuk, atau setidaknya teduh, meski matahari terlihat begitu terik. Saat matahari tepat di atas kepala, pepohonan yang ada menjadi kanopi, melindungi pengunjung dari teriknya matahari. Sajian alami ini selalu berhasil membuat kunjungan ke tempat wisata semakin menyenangkan.